Bila Jokowi Terjebak Manuver Para Binatang Politik, Legasinya Bisa Hancur

Bila Jokowi Terjebak Manuver Para Binatang Politik, Legasinya Bisa Hancur - Hallo Oto Mania Berita Otomotif Terupdate, Pada Artikel otomotif kali ini berjudul Bila Jokowi Terjebak Manuver Para Binatang Politik, Legasinya Bisa Hancur telah kami persiapkan dengan seksama untuk sahabat otomotif baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga artikel otomotif terupdate dan terbaru Artikel Trending, yang kami tulis ini dapat memberi inspirasi dan nilai positif sebagaimana mestinya.

Judul : Bila Jokowi Terjebak Manuver Para Binatang Politik, Legasinya Bisa Hancur

link : Bila Jokowi Terjebak Manuver Para Binatang Politik, Legasinya Bisa Hancur

Motobalapan |

Indikasi munculnya manuver politik tanpa moral menjelang Pilpres 2024 sudah sangat terasa ketika baliho bergambar Prabowo dan Gibran banyak bermunculan di berbagai daerah. Kenapa? Karena PDIP sudah punya Capres sendiri, yakni Ganjar Pranowo. Sementara Gibran sendiri juga kader PDIP. Indikasi tak sedap makin jelas terlihat ketika Sekretaris Jendral Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor terang-terangan menjagokan Gibran sebagai Cawapres Prabowo. Bahkan, Afriansyah Noor malah lempar provokasi agar Gibran keluar dari PDIP. Celakanya, para pengurus Partai Gerindra juga nekat mengusulkan Gibran menjadi Cawapresnya Prabowo. Yang paling menyedihkan, Prabowo sendiri juga blak-blakan membuka peluang bagi Gibran untuk tampil menjadi Cawapresnya.

Pertanyaan yang muncul kemudian, masih adakah etika politik dalam budaya demokrasi Indonesia? Bila menyimak manuver politik menjelang Pilpres 2024 ini, etika politik seperti dianggap sudah tidak ada lagi. Buktinya, Afriansyah Noor bisa seenaknya main serobot kader PDIP untuk diusulkan menjadi Cawapres Prabowo. Para pengurus Partai Gerindra juga tanpa malu-malu lagi main serobot kader partai lain dengan mengusulkan Gibran menjadi Cawapres Prabowo. Manuver politik makin lucu saat politisi Partai Golkar, anggota koalisi pendukung Prabowo, juga membuka pintu bagi Gibran untuk gabung ke partainya. Pendek kata, politik tanpa moral sudah dipertontonkan secara vulgar di tengah panggung politik Indonesia menjelang Pilpres 2024. Banyaknya manuver main serobot kader partai lain itu telah menegaskan bahwa para politisi Indonesia telah bertransformasi menjadi binatang politik yang tidak kenal etika moral lagi.

Di tengah panasnya manuver politik tanpa moral itu, banyak bermunculan gugatan judicial review terhadap batas usia capres-cawapres dalam UU Pemilu. Munculnya judicial review terhadap batas usia capres-cawapres dalam UU Pemilu itu, disebut-sebut untuk memberi karpet merah bagi Gibran untuk tampil menjadi Cawapres bagi Prabowo. Konon, tingginya kepercayaan publik terhadap Jokowi, diyakini bisa membantu Prabowo menang dalam Pilpres 2024. Tak heran bila para pendukung Prabowo sangat agresif melakukan manuver politik untuk mengusulkan Gibran menjadi Cawapres Prabowo tanpa mengindahkan etika politik lagi. Celakanya, ketika Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian gugatan judicial review terkait batas usia capres-cawapres dalam UU Pemilu, publik banyak yang marah hingga muncul sindiran "Mahkamah Keluarga".

Menurut Ketua Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, putusan MK membuat peluang Gibran Rakabuming Raka Cawapres jadi terbuka. "Usianya belum sampai 40 tahun, tetapi sedang menjabat kepala daerah, maka memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden," jelas Yusril Ihza Mahendra dalam keterangan tertulis pada Senin (16/10) yang dilansir Fajar.Co.Id.

Belakangan, ketika reaksi publik sangat negatif terhadap putusan Mahkamah Konstitusi, politisi Partai Bulan Bintang yang semula sangat ngotot mendorong Gibran menjadi Cawapres Prabowo, tiba-tiba balik badan 180 derajat. Ketua Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra tiba-tiba mengatakan, ada penyelundupan hukum dalam keputusan Mahkamah Konstitusi. Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pendapatnya tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Prabowo Subianto.

Dari simpang siurnya sikap para pendukung Prabowo ini, jadi banyak yang bertanya-tanya: jangan-jangan Presdien Jokowi dan Gibran telah dijebak oleh manuver para bintang politik yang tidak punya malu lagi. Bila Presdien Jokowi dan Gibran sampai masuk jebakan para bintang politik, risikonya legasi Presiden Jokowi yang dibangun selama menjabat due periode bisa rusak dan hancur. Mungkinkah Presdien Jokowi dan Gibran akan termakan jebakan para bintang politik? Tunggu saja jawaban tegas dari Presdien Jokowi dan Gibran.

Demikianlah Artikel Bila Jokowi Terjebak Manuver Para Binatang Politik, Legasinya Bisa Hancur

Sekianlah artikel Bila Jokowi Terjebak Manuver Para Binatang Politik, Legasinya Bisa Hancur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Bila Jokowi Terjebak Manuver Para Binatang Politik, Legasinya Bisa Hancur dengan alamat link https://motobalapan.blogspot.com/2023/10/bila-jokowi-terjebak-manuver-para.html

Subscribe to receive free email updates: