Mendampingi UMKM Menembus Pasar Global

Mendampingi UMKM Menembus Pasar Global - Hallo Oto Mania Berita Otomotif Terupdate, Pada Artikel otomotif kali ini berjudul Mendampingi UMKM Menembus Pasar Global telah kami persiapkan dengan seksama untuk sahabat otomotif baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga artikel otomotif terupdate dan terbaru Artikel Trending, yang kami tulis ini dapat memberi inspirasi dan nilai positif sebagaimana mestinya.

Judul : Mendampingi UMKM Menembus Pasar Global

link : Mendampingi UMKM Menembus Pasar Global

Motobalapan |

Ada banyak kisah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta usaha kecil dan menengah (UKM) yang sukses memasarkan produknya hingga ke mancanegara. Sebut saja CV Agro Berdikari di Kebumen, Jawa Tengah yang berhasil mencatatkan ekspor gula semut ke Negeri Matador. Ekspor perdana CV Argo mencapai 8,4 ton.

UKM lainnya di Bojonegoro, Jawa Timur, PT Paretu Estu Guna juga mampu mengekspor keripik singkong ke Amerika, Tiongkok, hingga Kuwait. Keripik bermerek Matoh yang disajikan dalam berbagai varian rasa itu laris manis jadi cemilan orang di sejumlah negara tadi.

Langkah sukses kedua perusahaan kecil tersebut tak terlepas dari program yang digulirkan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Melalui program pendampingan ekspor (Export Coaching Program) yang digelar Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekpor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), mereka mampu menembus pasar global.

Menurut Direktur Jenderal PEN Dody Edward, program pendampingan ekspor digelar untuk pelaku UKM selama setahun. Program yang dikhususkan bagi para alumni pelatihan Balai Besar PPEI yang berlangsung sejak 2010 itu, mendedah berbagai seluk-beluk pasar ekspor. Didampingi praktisi pelaku ekspor, para peserta juga diajak membangun jaringan dalam perdagangan internasional.

Tak cuma program pendampingan ekspor. Kemendag juga memiliki sejumlah program lain untuk meningkatkan kualitas UMKM agar siap melakukan ekspor.

Dikutip dari rilis Kemendag, berikut beberapa program tersebut:

  • Kemendag juga mendirikan Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI). Saban tahun, PPEI memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar siap melakukan ekspor. Melalui PPEI, Kemendag juga mendirikan Indonesia Design Development Center (IDDC) yang menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha, desainer, asosiasi, akademisi dan industri untuk berinovasi. Dari sini produk kompetitif di pasar internasional, berhasil dilahirkan.
  • Program lain Kemendag adalah mengadakan kompetisi Good Design Indonesia (GDI). Ini merupakan kompetisi desain produk yang diadopsi dari konsep kompetisi G-Mark dari Jepang. Selain itu, Kemendag juga menyelenggarakan program Design Dispatch Service (DDS) yang merupakan program pelatihan desain oleh desainer Indonesia dan Jepang kepada pelaku UMKM Indonesia.
  • Bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kemendag juga melaksanakan program National Interest Account (NIA), yang merupakan pinjaman lunak di Indonesia. Ini adalah program penugasan yang diberikan pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, namun berpotensi untuk dilakukan ekspor.
  • Melalui program ini pula, pemerintah menjalankan kebijakan yang berpihak bagi penguatan ekspor, industri dan investasi.
  • Kemendag juga selalu melibatkan UMKM dalam setiap kegiatan. Sebagai contohnya, Kemendag bekerjasama dengan Bukalapak melalui program BukaGlobal. Program tersebut menargetkan 1.000 pelaku UMKM melakukan ekspor melalui media e-commerce (niaga elektronik).
  • Kemendag juga mengajak UMKM dalam Trade Expo Indonesia (TII) yang dilaksanakan setiap tahun. Ajang ini menampilkan produk-produk unggulan, termasuk karya UMKM yang siap ekspor. Melalui Atase Perdagangan, ITPC, dan KDEI, Kemendag juga mendatangkan buyers mancanegara untuk mendorong transaksi dan ekspor dalam ajang TEI tersebut.

Sementara itu, di sisi e-commerce, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Regulasi tersebut menitikberatkan pada kepastian berusaha, perlakuan yang seimbang antar pelaku usaha, dan perlindungan konsumen.

Salah satu hal yang diatur dalam beleid ini adalah kewajiban pelaku usaha untuk memiliki izin usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Tujuannya untuk menghindari diskriminasi antara pelaku usaha luring (offline) dengan daring (online), dan pelaku usaha luar negeri dengan pelaku usaha dalam negeri.

(PAT/Foto: dok. BPMI)

Demikianlah Artikel Mendampingi UMKM Menembus Pasar Global

Sekianlah artikel Mendampingi UMKM Menembus Pasar Global kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Mendampingi UMKM Menembus Pasar Global dengan alamat link https://motobalapan.blogspot.com/2020/04/mendampingi-umkm-menembus-pasar-global.html

Subscribe to receive free email updates: