Ketika Taman Ismail Marzuki Dihancurkan Proyek Komersil: Seniman Sebut Anies Budeg (Tuli)

Ketika Taman Ismail Marzuki Dihancurkan Proyek Komersil: Seniman Sebut Anies Budeg (Tuli) - Hallo Oto Mania Berita Otomotif Terupdate, Pada Artikel otomotif kali ini berjudul Ketika Taman Ismail Marzuki Dihancurkan Proyek Komersil: Seniman Sebut Anies Budeg (Tuli) telah kami persiapkan dengan seksama untuk sahabat otomotif baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga artikel otomotif terupdate dan terbaru Artikel Trending, yang kami tulis ini dapat memberi inspirasi dan nilai positif sebagaimana mestinya.

Judul : Ketika Taman Ismail Marzuki Dihancurkan Proyek Komersil: Seniman Sebut Anies Budeg (Tuli)

link : Ketika Taman Ismail Marzuki Dihancurkan Proyek Komersil: Seniman Sebut Anies Budeg (Tuli)

Motobalapan | Komisi X DPR RI berencana memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, DPRD DKI, dan PT Jakarta Propertindo untuk mengklarifikasi proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki yang dilakukan oleh BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Rencana ini terungkap setelah para seniman menyampaikan pengaduan ke Komisi X DPR RI Senin (17/2/2020).

Ketua Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) Radhar Panca Dahana menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau mendengar suara para seniman yang memprotes revitalisasi.

Radhar mengatakan, Anies Baswedan dan jajarannya menolak ditemui para seniman. Menurut Radhar, pihak Pemprov DKI menutup komunikasi dengan mereka.

"Kita sudah bicara dengan anak buahnya, deputinya, sekdanya, Jakpro, kita ke DPRD, tapi Gubernur budeg! Nggak mau denger, kita cuma mau bilang ayo kita ngomong, susahnya apa ngomong, nggak mau ngomong," ujar Radhar usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR mengenai revitalisasi TIM di DPR, Senayan, Jakarta,


Roh yang Hilang dari TIM 
Revitalisasi yang sedang dalam tahap pembangunan menuai kontroversi. Pembahasan rancangan revitalisasi TIM nyatanya dapat penolakan dari sejumlah seniman karena tidak melibatkan seniman. Pengadaan hotel berbintang lima dalam area Taman Ismail Marzuki, menjadi inti kemarahan sejumlah seniman. Kontroversi ini membuat DPRD DKI Jakarta akan memangkas dana penyertaan modal daerah atau PMD pembangunan TIM dan melarang berdirinya bangunan hotel.

Lepas dari kontroversi revitalisasi gedung TIM, kita patut menilik sejarah berdirinya gedung ini yang diinisiasi oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin kala itu yang diresmikan tahun 1968. Gedung TIM juga selalu melekat dengan keberadaan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin yang sudah menjadi bagian TIM sejak tahun 1977. Sebelum peresmiannya Gubernur Ali Sadikin sempat menyerahkan segala kepengurusan gedung TIM kepada dewan bentukannya yaitu Dewan Kesenian Jakarta. DKJ bertugas sebagai mitra gubernur untuk merumuskan kebijakan serta merencanakan berbagai program yang mendukung kesenian yang berada di wilayah DKI Jakarta.

Berbicara gedung TIM pasti sangat membekas bagi seniman-seniman melegenda yang lahir dan tumbuh berkembang di TIM. Sebut saja kelompok seni teater, Teater Koma yang sejak awal berdiri dan perjalanannya dalam berkesenian selalu menggunakan gedung TIM sejak tahun 1977. Ratna Riantiarno salah satu pendiri dan juga aktris dari seni teater tersebut berbagi cerita bagaimana TIM menjadi saksi berjayanya kesenian teater kala itu. Selain dari kesenian teater, tak sedikit pula sastrawan yang lahir dan mencicipi gemerlap panggung TIM untuk menyuarakan karya. Salah satunya adalah Sutardji Calzoum Bachri, saeorang sastrawan yang telah melantukan goresan penanya dipanggung TIM sejak tahun 1970-an.


Demikianlah Artikel Ketika Taman Ismail Marzuki Dihancurkan Proyek Komersil: Seniman Sebut Anies Budeg (Tuli)

Sekianlah artikel Ketika Taman Ismail Marzuki Dihancurkan Proyek Komersil: Seniman Sebut Anies Budeg (Tuli) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Ketika Taman Ismail Marzuki Dihancurkan Proyek Komersil: Seniman Sebut Anies Budeg (Tuli) dengan alamat link https://motobalapan.blogspot.com/2020/02/ketika-taman-ismail-marzuki-dihancurkan.html

Subscribe to receive free email updates: